Circular Smart Farming, dibaca dari kandang
Istilah ini ada di judul proposal dan di daftar tujuan SOP, tapi jarang dijelaskan dengan bahasa yang dipakai sehari hari di kandang. Dalam rancangan SI PATRIOT, konsep ini dipakai sebagai kerangka: yang selama ini dibuang diarahkan kembali agar bisa dipakai lagi. Sebagian rantainya belum berjalan di lapangan.
- 01Limbah kandangSekitar 3.476 kg per hari di seluruh desa.
- 02BiogasUntuk memasak, menggantikan sebagian LPG.
- 03Pupuk dari slurryBentuk padat dan cair, dari sisa biodigester.
- 04Lahan pakanRumput gama umami atau pakchong.
Rumput itu jadi pakan, dan siklusnya kembali ke 01.
Di Purwobinangun ada sekitar 160 ekor sapi perah. Setiap hari sapi sapi itu menghasilkan sekitar 1.422 liter susu, dan pada saat yang sama sekitar 3.476 kilogram limbah. Angka kedua jarang dibicarakan, padahal jumlahnya lebih dari dua kali lipat angka pertama.
Selama ini limbah itu berhenti di situ. Menumpuk di belakang kandang, menimbulkan bau, dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Circular Smart Farming adalah kerangka yang dipakai proposal untuk menjawabnya: alih alih berhenti, limbah tadi dirancang untuk kembali masuk ke dalam sistem.
Siklusnya berputar tiga kali
Yang membuat pendekatan ini disebut circular adalah keluarannya kembali menjadi masukan. Ada tiga perpindahan, dan ketiganya tertulis sebagai prosedur di SOP Peternak Cerdas SI PATRIOT. Yang dijelaskan di bawah adalah isi prosedur itu, bukan catatan pelaksanaan.
Satu: kotoran menjadi gas
Kotoran sapi, padat dan cair, dimasukkan ke biodigester lewat pipa inlet yang disambungkan langsung dari saluran kandang. Ukuran unitnya dihitung dari jumlah ternak, yaitu dua meter kubik untuk setiap ekor sapi. Pengisian awal memakai campuran kotoran dan air dengan perbandingan satu banding satu, sekitar dua per tiga kapasitas tangki.
Setelah itu tidak langsung bisa dipakai. Butuh sepuluh sampai empat belas hari sampai gas mulai terbentuk. Bagian ini penting disampaikan sejak awal supaya tidak dianggap gagal ketika minggu pertama belum ada apa apa.
Dua: gas menjadi energi dapur
Gas yang terkumpul di kubah dialirkan lewat selang khusus ke kompor atau lampu. Sebelum dipakai pertama kali, sambungan pipa diuji kebocorannya memakai air sabun. Tujuan yang tertulis di SOP adalah menekan biaya operasional rumah tangga peternak dengan menggantikan sebagian pemakaian LPG.
Tiga: ampasnya menjadi pupuk
Biodigester menyisakan effluent atau slurry, yang keluar lewat pipa outlet ke bak penampungan. Slurry ini diolah menjadi dua bentuk: pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Yang cair diencerkan dengan air satu banding lima sebelum disemprotkan.
Pupuk itu tidak dijual keluar, melainkan dikembalikan ke lahan pakan, tempat rumput gama umami atau pakchong ditanam. Rumput itulah yang nanti dipanen dan dicacah menjadi pakan. Di titik ini lingkarannya tertutup: limbah sapi berakhir sebagai pakan sapi, lewat lahan dan lewat waktu.
Bagian yang sering terlewat
Kata smart di tengah istilah itu merujuk pada pencatatan, bukan pada otomasi. SOP menyebut pencatatan digital sebagai bagian dari ruang lingkupnya, dengan alasan yang praktis: tanpa catatan, tidak ada cara mengetahui apakah biodigester benar benar menghemat, atau apakah pupuknya benar benar berpengaruh pada hasil rumput.
Siklus ini juga bukan pekerjaan sekali pasang. Ada pengisian harian, pemantauan produksi gas, perawatan berkala, dan pengambilan slurry secara rutin. Semuanya masuk dalam ruang lingkup SOP, dan semuanya menjadi pekerjaan tambahan bagi peternak sampai kebiasaannya terbentuk.
Yang dijelaskan di sini adalah rancangan siklus sebagaimana tertulis di proposal dan SOP, bukan laporan hasil. Instalasi biodigester, penghematan LPG, dan pengaruh pupuk terhadap lahan pakan belum bisa dilaporkan sebagai capaian karena pelaksanaannya belum sampai ke tahap itu.
Kenapa pendekatannya diambil
Alasannya ada di data ekonominya. Dari 25 peternak yang datanya dikumpulkan, seluruhnya mencatat pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, dengan rata rata selisih sekitar Rp437.016 per bulan. Bagian terbesar pengeluaran itu adalah pakan.
Circular Smart Farming menyerang dua sisi sekaligus. Biogas mengurangi pengeluaran rumah tangga, dan pupuk dari slurry mengurangi biaya menumbuhkan pakan. Keduanya tidak menambah pemasukan, tapi menekan pengeluaran, dan pada kondisi seperti ini selisih itu yang lebih menentukan.